suryaformosa.com

Portal Berita Islam Berkemajuan di Taiwan

Kabar Taiwan

Belajar Penanganan Corona Virus dari Taiwan

Taipei, suryaformosa.com- Corona Virus (COVID-19) telah menyebar luas hampir ke seluruh daratan di muka Bumi dalam waktu yang cukup singkat. Namun ada yang menarik perhatian, yaitu negara Taiwan. Sebagai negara yang sangat dekat dengan daratan Tiongkok, Taiwan masih mampu untuk bertahan dengan total korban kurang dari 50 orang. Bagaimanapun dapat dikatakan jika wabah COVID-19 sebagian besar telah terhindar dari Taiwan. Meskipun saat awal-awal wabah menyebar banyak pengamat yang mengatakan Taiwan akan memiliki jumlah korban yang tinggi dari kasus di luar daratan Tiongkok. 

Beberapa ahli kesehatan Internasional mengapresiasi Taiwan terhadap persiapan yang cepat dan tanggap dalam menanggulangi wabah, sementara korban di daratan Tiongkok telah melebihi 80.000 kasus. Sebagaimana yang dikutip dari laman dw.com, Dr. Jason Wang, seorang ahli kebijakan kesehatan masyarakat di Standford Unversity, Amerika Seritat, mengatakan bahwa Taiwan telah mempersiapkan segala potensi yang akan terjadi dan selalu siap menghadapi wabah.

“Taiwan telah mendirikan pusat komando kesehatan nasional atau The National Health Command Center (NHCC) setelah epidemi SARS 2002 dan 2003. Itu merupakann persiapan untuk krisis-krisis berikutnya” kata Wang, menambahkan bahwa NHCC mengintegrasikan data dan memungkinkan para ahli untuk bekerja sama.

Taiwan telah mengambil tindakan lebih awal.

Ketika jumlah korban akibat wabah terus meningkat, Pemerintah Taiwan bertindak cepat dengan melakuan pelarangan perjalanan dari dan menuju daratan Tiongkok, Hongkong, dan Macau. Selain itu untuk menanggulangi krisis, pemerintah Taiwan memberlakukan pelarangan ekspor masker demi menjaga stok tetap aman.

Selain itu, kata Wang, pemerintah Taiwan telah berhasil mengintegrasikan antara hukum dan kesehatan kepada masyarakat. Seperti yang telah diketahui jika pemerintah Taiwan mengintegrasikan data dari asuransi kesehatan nasional, dengan data imigrasi, dan bea cukai. Hal tersebut memudahkan para tenaga medis untuk mengidentifikasi pasien yang dicurigai setelah memeriksa riwayat perjalanan mereka.

Ilustrasi Covid-19 (Foto : Mulyanto/ Freepik.com )

Saat ini pemerintah Taiwan juga telah mengembangkan sebuah program yang memungkinkan orang untuk melaporkan sejarah perjalanan mereka dan gejala penyakit hanya dengan memindai kode QR ketika mereka baru saja tiba di Taiwan. Selanjutnya mereka akan menerima pesan teks terhadap status kesehatan mereka.

Kesediaan masyarakat untuk mengikuti segala arahan dari pemerintah juga sangat membantu pemerintah Taiwan dalam menangani wabah corona-virus. Masyarakat begitu paham jika mereka berada dalam situasi yang sama, sehingga mereka begitu bersedia untuk mengikuti langkah-langkah yang digulirkan oleh Pemerintah Taiwan.

Penelitian Medis di Taiwan.

Dr. Chunhuei Chi, seorang profesor kesehatan masyarakat di Oregon State University , Amerika Serikat,  menambahkan jika Taiwan telah berinvestasi dalam penelitan biomedis selama beberapa dekade ini, dan tim penelitian bekerja begitu cepat untuk memproduksi secara massal alat untuk mendiagnosa COVID-19 secara cepat.

Beberapa pekan sebelumnya, sebuah tim peneliti di Taiwan Acedemia Sinica telah mengembangkan antibodi yang dapat mengidentifikasi protein yang menyebabkan virus corona. Tujuannya yaitu agar dapat menghasilkan hasil tes dalam yang cukup singkat, membutuhkan waktu hanya 20 menit untuk mendiagnosa.

Masih dikutip dari laman dw.com, Peneliti utama dari tim, Dr. Yang An-Suei, mengatakan pada tanggal 8 Maret bahwa langah berikutnya yaitu memvalidasi produk sebelum mengedarkan kit pengujian di Taiwan. “Taiwan telah berbagi strategi pencegahan mereka dengan negara lain melalui teleconference, sementara membantu negara yang tidak memiliki kemampuan medis yang canggih untuk memproses sampel dari pasien. Dengan kata lain, pemerintah Taiwan telah aktif dalam topik kesehatan masyarakat untuk terlibat dengan negara lain” tambah Wang.

Taiwan sendiri tidak dimasukkan oleh WHO dalam tim penanggulangan wabah COVID-19. “WHO harus paham jika inklusivitas (kebersamaan -pen) adalah kunci untuk memerangi pandemic (wabah yang tersebar luas -pen). Dan jika mengabaikan salah satu suku di dunia, maka itu tidak baik” kata Wang.

Sumber: https://www.dw.com/en/how-has-taiwan-kept-its-coronavirus-infection-rate-so-low/a-52724523

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *